Jumat, 15 November 2013

Diare pada Anak bisa Berbahaya

Diare........
Penyakit Diare merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak pada bayi maupun anak dibawah lima tahun. Pengelolaan penyakit diare difokuskan kepada pencegahan terjadinya dehidrasi dan yang diakibatkan oleh dehidrasi.



Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi BAB menjadi lebih lunak atau bahkan cair.  Diare dapat dibagi berdasarkan penyebabnya seperti diare cair dan diare berdarah. Jika berdasarkan lamanya menjadi diare akut dan diare persisten. Selain dari penyebab diare ada faktor yang termasuk penting seperti kondisi penderitanya antara lain gizi yang kurang/buruk, kekurangan imunitas dan usia balita.

Berdasarkan penyebabnya, diare akut disebabkan oleh virus. Diare karena virus (Rotavirus) umumnya bersifat self limiting atau kata lain bisa sembuh dengan kekebalan tubuh yang ada dalam tubuh. Jadi pada kasus ini hal yang terpenting adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadi penyebab utama kematian. Selain dehidrasi diatasi, pantau juga asupan nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan akibat diare.

Mengapa dehidrasi itu sangat berbahaya karena selama episode diare terjadi pengeluaran cairan dan elektrolit seperti potassium, sodium, bikarbonat dari tubuh. Sehingga keseimbangan cairan dan kadar asam basa tubuh dan didarah sangat tidak seimbang.

Membedakan diare cair dan disentri:

Diare cair akut: buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuenssi lebih dari 3 kaliatau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari.

Disentri: diare akut yang tinjanya ditemukan darah terlihat secara kasat mata. Diare berdarah sering disebut sebagai sindrom disentri. Sindrom disentri terdiri dari kumpulan gejala diare dengan darah dan lendir dalam feses dan adanya nyeri perut serta kembung.

Penyebab disentri adalah Shigella, Salmonella, Campylobacter jejuni, Escheria coli dan Entamoeba hystolitica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh Shigella dysentri, Salmonella dan Enteroinvasive E.coli.

Bakteri menempel dan berkembang biak di dalam usus halus. Penempelan di mukosa usus terjadi perubahan epitel usus yang menyebabkan pengurangan kapasitas penyerapan dan pengeluaran cairan. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri menghambat fungsi sel epitel, mengurangi penyerapan natrium, meningkatkan pengeluaran klorida. Pada bakteri yang invasif dapat menyebabkan diare berdarah karena perusakan epitel usus.

Tanda Dehidrasi:
Dehidrasi Tak Berat:
-          Anak Gelisah/ Rewel
-          Mata Cowong
-          Anak Kehausan atau sangat haus (minta minum)
-          Cubitan kulit perut kembali dengan lambat

Dehidrasi Berat:
-          Penurunan Kesadaran/ Anak malas lemas sulit dibangunkan
-          Mata Cowong
-          Anak tidak bisa minum atau malas minum
-          Cubitan diperut kembali sangat lambat



Apabila terdapat dehidrasi maka lakukan Lintas Tatalaksana:
  1. Rehidrasi: pemberian cairan
  2. Asupan Nutrisi
  3. Suplementasi Zinc
  4. Jika perlu Antibiotik (jika sudah terdiagnosa penyebabnya oleh dokter)

Mengobati Diare di Rumah
-          Berikan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti oralit, makanan cair (sup, air tajin) dan jika terdapat oralit berikan oralit pada anak, dengan catatan air matang.
-          Berikan cairan (sup, air tajin) sebanyak anak mau dan oralit setiap anak BAB
-          Teruskan cairan sampai diare berhenti
-          Berikan zinc pada anak (cari zinc di puskesmas terdekat) untuk anak kurang 6 bulan berikan zinc setengah tablet sehari, jika lebih dari 6 bulan satu tablet sehari.
-          Zinc diberikan sampai 14 hari berturut-turut.
-          Zinc bisa dilarutkan dengan air matang, ASI, atau Oralit. Atau jika anak bisa mengunyah maka biarkan anak mengunyahnya.
-          Jika anak masi ASI teruskanlah ASI. Jika anak minum susu maka berikanlah susu.
-          Jika anak lebih dari 6 bulan: berikan bubur campur dengan kacang-kacangan, sayuran, daging atau ikan. Berikan 2 sendok teh minyak sayur.
-          Berikanlah pisang halus untuk menambah kalium.
-          Berikanlah makanan sedikitnya 6 kali sehari.




Jika anak tidak membaik dalam waktu 3 hari dengan gejala berikut segeralah bawa ke puskesmas terdekat:
-          Buang air besar cair lebih sering
-          Muntah
-          Rasa haus terus menerus
-          Makan minum sedikit atau tidak mau sama sekali
-          Demam
-          Tinja berdarah.

Cara Pemberian Oralit:

  1. Larutkan 1 bungkus Oralit pada 1 liter air matang. Untuk persediaan 24 jam.
  2. Untuk anak Kurang dari 2 tahun: berikan 100 cc setiap kali BAB
  3. Untuk anak Lebih dari 2 tahun: berikan 200 cc tiap kali BAB
  4. Jika dalam 24 jam oralit masih tersisa, buang sisanya.
  5. Bila anak muntah tunggulah 10 menit. Kemudian berikan lagi oralitnya misalnya 3 sendok tiap menit.



Penulis:
dr. N. Silvia Carolina

Minggu, 27 Oktober 2013

Beras Merah Kaya Manfaat


Beras merah merupakan beras yang belum melalui proses penggilingan atau pengelupasan kulit seutuhnya, sehingga lapisan kulit yang menyelimuti bijirin masih ada. Lapisan kulit inilah yang mengandung nutrisi dan serat yang penting bagi tubuh. Hal itu menjadi alasan bahwa mengonsumsi beras merah memberikan manfaat kesehatan lebih baik  jika dibandingkan dengan beras putih.

Dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Khasiat beras merah dapat meningkatkan perkembangan otak. Zat besi yang terkandung di dalamnya juga tinggi, membantu bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Khasiat beras merah bukan hanya mengandung gizi yang baik, mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.

Dibawah ini Beberapa Manfaat yang terkandung dalam segelas Beras Merah:

  1. Menghaluskan kulit, mengatasi atau mengurangi alergi
  2. Mencegah, meringankan dan mengatasi penyakit-penyakit degeneratif seperti Diabetes militus, pengerasan pembuluh darah, hipertensi, rabun mata, asthma, lever, dan menunda penuaan dini.
  3. Kaya SeratBeras merah, brown rice memiliki kandungan serat yang tinggi, beras merah mengandung karbohidrat kompleks yang baik bagi kesehatan. Memperbaiki gangguan pencernaan, perut kembung, sembelit dan menurunkan kadar kolesterol darah.
  4. Mengontrol Kadar Gula Darah: Beras merah memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi meningkatnya gula darah yang berasal dari karbohidrat. Beras merah mempunyai andil dalam mengatur kadar gula darah dan juga produksi insulin. Selain itu, beras merah adalah sumber energi baik yang diperlukan tubuh.
  5. Meningkatkan stamina, menguatkan organ tubuh, mengatasi cepat lelah, sakit kepala, pusing, sukar tidur,flu, dan meningkatkan daya seksual.
  6. Membuat Lebih Cepat KenyangBritish Journal of Nutrition menemukan bahwa dengan mengonsumsi karbohidrat yang kompleks, seperti oatmeal, beras merah dan kentang, akan membuat anda lebih cepat kenyang sampai berjam-jam dan makan tidak lebih dari 320 kalori perhari.
  7. Mengandung AntiOksidan Tinggi
Beras merah kulitnya mengandung antosianin pada lapisan kulit beras merah ini berfungsi  sebagai antioksidan  yang mampu  mencegah penyakit hati (hepatitis),  kanker usus, stroke, diabetes, sangat esensial bagi fungsi otak dan mengurangi pengaruh penuaan  otak.
Mangan, yang berperan penting dalam menghasilkan energi bagi tubuh merupakan komponen penting dari enzim dan merupakan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang umumnya terbentuk saat energi diproduksi.
Selain itu, beras merah kaya akan zinc, mineral yang membantu mempercepat penyembuhan luka dan menjaga sistem imun dalam tubuh agar berfungsi dengan baik. Sama halnya dengan zat besi atau mangan, zinc juga kaya antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dan jaringan dalam tubuh.
  1. Kaya Vitamin B6: Dengan mengonsumsi satu porsi nasi merah saja, dapat memenuhi 23 persen dari vitamin B6, jumlah yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi organ. Vitamin ini dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan pembentukan hormon serotonin, sel darah merah dan membantu produksi sel-sel DNA.
  2. Kaya Vitamin BDapat mengatasi rasa kesemutan pada kaki dan tangan, sakit pinggang, pegal pada bahu, rematik dan beri-beri.
  3. Mengandung  Selenium  merupakan bagian dari  enzim glutation peroksidase, yang berfungsi sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida mempunyai kemampuan untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.
  4. Mengandung Magnesium yang mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium , menurut beberapa studi bahkan mampu menurunkan   keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migrain, dan menurunkan risiko serangan jantung serta stroke.
  5. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat: Dengan mengonsumsi nasi merah, maka akan membantu meningkatkan level kolesterol baik, sehingga kadar kolesterol jahat akan turun.



Segelas nasi beras merah tumbuk mengandung 216,45 Kalori, 88% kecukupan harian (daily value–DV) mineral mangan, 27% DV selenium, 21% DV magnesium, 18,8% DV asam amino triptofan, 3,5 gram serat (beras putih mengandung kurang dari 1 gram), dan proteinnya 2-5% lebih tinggi dari beras putih. Selain itu juga mengandung asam lemak alfa-linolenat, zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin A.

Penulis: dr. Neng Silvia Carolina

Hepatitis B Meningkat Di Indonesia

Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yaitu virus hepatitis A, B,C,D serta virus lainnya. Virus ini menyerang dan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada sel-sel dan fungsi hati.


Banyak hal yang menyebabkan hepatitis tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, minum alkohol, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja, dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua.



Hepatitis ada berbagai macam tergantung penyebabnya:

Virus hepatitis A         : Hepatitis A
Virus Hepatitis B        : Hepatitis B
Virus Hepatitis C        : Hepatitis C
Karena Obat-obatan contohnya Narkotik       : Drug Induced Hepatitis

Dan masih banyak lagi jenis hepatitis, namun yang paling sering (yang sedang mengalami peningkatan) dan paling berbahaya di Indonesia adalah Hepatitis B yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati. Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati dan pengerasan hati ) atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Hepatitis B dan C bila dibiarkan akan menjadi cikal bakal kanker hati. Dan pengobatannya hanya bisa dilakukan dengan transplantasi. 



Hepatitis B dapat ditularkan dengan berbagai cara:
  1. Dari Ibu yang mengandung menularkan ke Janinnya melalui pembuluh darah
  2. Dari Ibu ke bayi nya
  3. Kontak langsung dengan keluarga yang menderita  hepatitis
  4. Melalui Donor Darah
  5. dan lain sebagainya



Indonesia merupakan daerah endemis infeksi virus hepatitis B, didaerah tertentu pada setiap 100 penduduk di jumpai 8 pengidap virus hepatitis B. Seseorang dikatakan menderita infeksi virus hepatitis B apabila dalam pemeriksaan ditemukan HBsAg positif. Sumber penularan virus hepatitis B di Indonesia terutama melalui ibu hamil ke bayinya sehingga setiap ibu yang hamil dianjurkan untuk melakukan skrining HBsAg. Ibu Hamil dengan HBsAg dan HBeAg positif akan menularkan virus hepatitis dengan peluang lebih dari 90%. Dalam keadaan demikian bayi perlu mendapatkan vaksinasi dan pemberian imunoglobulin. 

Gejala Klinis Hepatitis B:

Pada mereka yang terinfeksi VHB akut, 90% pada anak-anak dan 70% pada dewasa tidak menampakkan gejala sama sekali. Hanya sepertiga dari yang terinfeksi memperlihatkan keluhan, terutama mata kuning. Infeksi VHB yang diperoleh pada masa bayi akan menyebabkan 95% bayi di antaranya menjadi penderita hepatitis kronis. Sementara kelompok dewasa yang terinfeksi virus ini, 95% akan sembuh dan hanya 5% yang berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Gejala awal mungkin non-spesifik, seperti demam, penyakit seperti flu, dan nyeri sendi. Gejala lain antara lain kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, ikterus (kuning pada kulit dan mata) dan nyeri perut kanan atas karena hati meradang.
Kebanyakan bayi dan anak-anak yang trkena virus hepatitis B akut tidak menunjukkan gejala. Pada kondisi itu, sistem kekebalan tubh gagal untuk merespon virus. Akibatnya resiko bayi mengembangkan hepatitisB kronis lebih besar dari 95%.


Sebaliknya, hanya 5% dari orang dewasa yang memiliki hepatitis B akut mengembangkan hepatitis B kronis. Tanda-tanda dan gejala hepatitis B kronis sangat bervariasi tergantung pada keparahan dari kerusakan hati. Mereka berkisar dari beberapa tanda-tanda relatif ringan sampai yang parah seperti gejala pada sirosis atau gagal hati. Kebanyakan individu dengan hepatitis B kronis bebas dari gejala selama bertahun-tahun. Selama waktu ini tes darah pasien biasanya hanya sedikit tidak normal. Kondisi beberapa pasien dapat memburuk, peradangan yang semakin memburuk sehingga menuju pada resiko sirosis.
Gejala hepatitis B kronis antara lain kelemahan, kelelahan, kehilangan nafsu makan dan berat badan, pembesaran payudara pada pria, ruam pada telapak tangan, kesulitan dengan pembekuan darah, dan pembuluh darah dikulit tampak seperti laba-laba.


Cara Pencegahan Hepatitis adalah :
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, misalnya acetaminophen
  • Diet sehat dan seimbang
  • Perbanyak buah, sayur, whole grains, dan protein bebas lemak
  • Olah raga secara teratur
  • Istirahat cukup


Penulis: dr. Neng Silvia Carolina

Selasa, 22 Oktober 2013

Radang Kelopak Mata



Radang kelopak mata dibidang kedokteran biasanya dikenal dengan sebutan Blefaritis, yaitu peradangan yang terjadi pada kelopak mata atau tepi kelopak mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur, dan bisa juga disebabkan oleh alergiBakteri penyebab infeksi pada kelopak mata ini biasanya bakteri Stafilokokkus, Streptococcus alpha atau betha hemoliticus, Pityrosporum ovale sampai yang paling berbahaya bisa oleh Herves zoster virus. Peradangan ini bisa berjalan kronik atau dalam jangka waktu yang lama diakibatkan oleh karena kelenjar Meibom mengalami kegagalan fungsi karena tersumbat. 





Gejala yang timbul seperti, kelopak mata merah, bengkak, sakit, terasa gatal, kotoran lengket pada bulu mata, dan sering merasa silau berlebih pada rangsangan cahaya matahari. Radang kelopak mata ini memang penyakit yang sering dijumpai tapi penyakit ini menimbulkan berbagai komplikasi seperti kelainan bulu mata yang masuk kearah dalam bola mata sehingga kornea bola mata teriritasi, Madarosis yaitu kerontokan dari rambut-rambut sekitar mata, Keratitis yaitu perdangan pada kornea mata,  Hordeolum yaitu benjolan seperti bisul pada kelopak mata, dan masih banyak lagi komplikasi lainnya.



Penangan awal dirumah jika mengalami peradangan keolpak mata maka yang perlu dilakukan adalah:
  1. Bersihkan mata dengan kompres air hangat sehingga kotoran-koran yang terdapat di bulu mata hilang, kotoran ini sangat mempengaruhi beratnya perangan karena pada kotoran ini bakteri-bakteri dapat lebih banyak terakumulasi yang bisa menyebabkan peradangan lebih hebat. Maka jangan malas untuk membersihkan dan mengompres kelopak mata yang mengalami peradangan.



  1. Jaga mata yang telah dibersihkan dari debu dan kotoran. Konsultasikan ke dokter umum atau ke dokter mata untuk pemeriksaan penyebab peradangan apa itu karena virus, bakteri, jamur ataupun alergi, karena lain penyebab maka akan lain pula pengobatan yang diberikan. Obat yang digunakan bisa salep antibiotic, salep steroid ataupun anti jamur. 

Sumber:
Gambar


Penulis:
dr. Neng Silvia Carolina

Minggu, 20 Oktober 2013

OBESITAS

Obesitas adalah timbunan berat badan akibat bertambahnya penumpukan lemak yang berlebihan. Dalam bidang kesehatan obesitas saat berbahaya, karena obesitas ini akan menimbulkan berbagai jenis kelainan dan penyakit pada tubuh si penderita obesitas seperti halnya resiko penyakit jantung koroner.

Perhitungan Obesitas bermacam-macam, tapi yang paling sering digunakan dan mudah dalah dengan IMT (Indeks Massa Tubuh). IMT sama dengan berat badan dalam kilogram (kg) dibagi tinggi badan dalam meter (m) kuadrat. Karena IMT menggambarkan berat badan relatif terhadap tinggi maka sangat berkorelasi dengan kandungan lemak total pada tubuh orang dewasa. Obesitas didefinisikan sebagai IMT 30 ke atas.


BMI (IMT) = BB (kg)/TB (m2)



Kita perlu melihat faktor-faktor yang  menjadi penyebab obesitas. Bedarsarkan pada hasil penelitian, obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor genetik, pola makan yang berlebih, kurang gerak/olahraga, emosi, faktor lingkungan, faktor sosial, faktor kompensasi, dan faktor gaya hidup.

  1. Genetik: Hal ini dimungkinkan karena pada saat ibu yang obesitas sedang hamil maka unsur sel lemak yang berjumlah besar dan melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan.
  2. Pola Makan Berlebihan: Orang yang kegemukan lebih responsif dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap syarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar.
  3. Kurang Gerak/Olahraga: Pada saat berolahraga kalori terbakar, makin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Kalori secara tidak langsung mempengaruhi sistem metabolisme basal. Orang yang duduk bekerja seharian akan mengalami penurunn metabolisme basal tubuhnya. Jadi olahraga sangat penting dalam penurunan berat badan tidak saja karena dapat membakar kalori, melainkan juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya metabolis normal.
  4. Pengaruh Emosional: Orang gemuk makan lebih banyak dalam suatu situasi yang sangat mencekam; orang dengan berat badan yang normal makan dalam situasi yang kurang mencekam (McKenna, 1999).
  5. Lingkungan: Jika seseroang dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap gemuk adalah simbol kemakmuran dan keindahan maka orang tersebut akan cenderung untuk menjadi gemuk.
  6. Faktor Sosial : Di Negara-negara maju obesitas banyak di temukan pada golongan ekonomi rendah, sedangkan di Negara-negara berkembang banyak diketemukan pada golongan ekomoni menengah ke atas. Hal tersebut dimungkinkan adanya pandangan sosial di Negara berkembang bahwa ke suksesan dan karier suami dinilai dari gizi dengan memandang ukuran tubuh istri dan anak-anaknya, jika mereka gemuk berarti suami sukses dan sebaliknya. Di tambah pula adanya anggapan bahwa gemuk adalah kemakmuran.
  7. Faktor gaya hidup: Salah satu dampak negatif kemajuan teknologi adalah terjadinya pergeseran gaya hidup dan dinamis aktif menjadi malas-malasan (sedentary).





Penatalaksanaan Pada Penderita Obesitas


  1. Konsulkan makanan anda ke dokter khususnya dokter ahli gizi, agar asupa makanan perhari bisa terkentrol jumlah kalorinya.
  2. Edukasi: bimbingan dan motivasi dari keluarga dan dokter sangat berperan.
  3. Olah Raga
  4. Perubahan Pola Hidup : yang tadinya sering makan siap saji dan sering bermalas-malasan sekarang dirubah menjadi makanan yang lebih sehat dan sering bergerak.




Jenis olah raga

Treadmill cepat
12 menit
Sepeda statis
20 menit
Aerobik
16 menit
Berenag
10 menit
Jalan santai
60 menit

 Olahraga dilakukan 5x seminggu dengan durasi 30-60 menit.  Intinya dalam satu minggu harus ada pembakaran energi melalui aktifitas olahrag Befort, CA, et al (2006): 40% dari 620 dokter primer menyatakan bahwa pasien obes dapat mencapai berat badan normal karena motivasi.

Tetapi salah jika Asupan makanan kurang dibarengi Aktivitas fisik berlebih yang terjadi 
menimbulkan Penayakit/ Sakit.

sumber:
Kamus Kedokteran edisi 5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008. Jakarta. 


Penulis:
dr. Neng Silvia Carolina





Detoks antara Diet dan Kesehatan Tubuh


Detoks adalah konsep pembersihan tubuh dari zat-zat sisa pembuangan dan pembakaran tubuh, yang  jika tertumpuk dalam waktu yang lama akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Menurut Erikar Lebang, Detoksifikasi adalah proses pengeluaran zat bersifat toksin dari dalam tubuh. Sebagai pemula, lakukan proses detoks selama tiga hari dalam sebulan. Agar hasil detoks bisa tercapai sempurna, dibutuhkan disiplin yang tinggi. Usahakan untuk menentukan waktu yang tepat di setiap bulannya dan jangan ganggu kegiatan rutin Anda.



Minuman Detoks identik dengan minuman diet yang dihaluskan atau dengan pembuatan jus. Jus ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengoftimalkan khasiat buah dan sayur. Karena tidak memberatkan kerja lambung sehingga nutrisi dari kandungan buah dan sayur akan terserap secara optimal. Buah dan sayur telah terbukti secara medis mampu mengobati beragam penyakit. Kemampuan ini berhungungan dengan khasiat antioksidan  dan peran fitonutrien dari nutrisi yang dapat menunjang sistem metabolisme tubuh. Dengan masih utuhnya kandungan nutrisi yang terserap dalam tubuh akan meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu dalam pemulihan gangguan kesehatan.

Kendungan yang terdapat dalam buah dan sayur adalah vitamin, mineral, gula buah dan air. Selain komponen utama tersebut, buah dan sayuran memiliki kandungan zat fitonutrien, enzim dan serat makanan. Dan ada beberapa jenis lemak dari buah yang berguna bagi kesehatan tubuh.



Resep Jus Detox

Great Banana Smooth

Kerjasama vitamin dan mineral dalam jus akan mempermudah proses detoks tubuh. Serat dan pektin yang terkandung sangat membantu keseimbangan metabolisme tubuh serta memacu perbaikan sel-sel yang rusak.


Bahan-bahan:
1 buah Pisang ambon ukuran kecil
200 gr jeruk manis/ keprok
100 ml susu kedelai
50 ml yogurt tawar

Cara membuatnya:
Peras jeruk dengan juice extractor, sisihkan airnya.
Masukan pisang, susu kedelai, air jeruk yang tadi dan yogurt tawar ke dalam Blender, lalu proses ingá lembut. Sajikan dengan menambahkan es batu untuk lebih segar.


Forever Young

Panduan betakaroten, Vit C dan Vit E didalam kombinasi buah yang digunakan merupakan antioksidan kuat yang mampu mengandalikan peremajaan sel dan menghambat penuaan.



Bahan-bahan:
100 gr wortel
100 gr jagung muda
50 gr kelapa kupas kulit arinya
200 gr mangga
1 sdm Minyak Zaitun

Cara Membuat:
Proses semua bahan kedalam blender hingga lembut, lalu sajikan selagi masih segar.


Arabian Night:

Sensasi segar dari minuman ini akan memulihkan stamina setelah aktivitas seharian. Khasiat vitaminnya mampu membersihkan paparan radikal bebas dan racun dalam tubuh.


Bahan-bahan:
100 gr kurma
200 gr nanas
300gr semangka merah
5 lmbar daun mint
150 ml air panas

Cara membuat:
Seduh daun mint dengan air mendidih, biarkan hingga aroma mint nya menyatu.
Blender kurma, nanas dan semangka hingga lembut.
Campur air seduhan daun mint dengan jus, lalu blender kembali
Sajikan selagi hangat


Sumber
Aneka Minuman Detoks. Familia. 2010. Yogyakarta.


Penulis:
dr. Neng Silvia Carolina